KOMPAS.com - PT
Jamsostek mengalokasikan
Rp 500 miliar untuk pinjaman
uang muka perumahan
(PUMP) guna mendorong
pekerja peserta jaminan sosial
memiliki rumah sendiri.
Penyerapan dana
peningkatan kesejahteraan
pekerja masih belum
memuaskan, termasuk PUMP
karena alokasi dana untuk itu
belum maksimal
dimanfaatkan pekerja.
Dirut PT Jamsostek Hotbonar
Sinaga seusai
penandatanganan kerja sama
dengan Bank Pembangunan
Daerah (BPD) Sumsel Babel
dan BPD Riau Kepri di Batam,
Rabu (7/12/201),
mengatakan, kerja sama itu
untuk menggalakkan
kepemilikan rumah di
kalangan pekerja.
Penandatanganan kerja sama
dilakukan Hotbonar dengan
Dirut Bank Riau Kepri Erzon
dan Dirut Bank Sumsel Babel
Asfan.
Saat ini, lanjut Hotbonar, sejak
2009 baru sekitar 15.600
peserta jamsostek yang
mengajukan PUMP dengan
total dana dicairkan sekitar
Rp 252 miliar.
"Jika dihitung dari 2004,
maka sudah 77.893 peserta
jamsostek yang
memanfaatkan PUMP dengan
total dana yang dicairkan
sekitar Rp 628 miliar," kata
Hotbonar.
Namun, dibandingkan alokasi
dana yang disediakan,
penyerapannya masih belum
maksimal. Dia memberi
contoh, tahun ini dialokasikan
Rp 220 miliar untuk PUMP,
tetapi hanya Rp 95 miliar
terserap hingga November ini
atau kurang dari 50 persen.
Di kantor wilayah II PT
Jamsostek yang meliputi
tujuh provinsi di Sumatera
bagian selatan, dari Rp 26
miliar dana PUMP 2011 baru
Rp 4 miliar yang
dimanfaatkan. Karena itu,
Hotbonar menandatangani
kerja sama dengan BPD Riau
Kepri dan BPD Sumsel Babel
untuk menyalurkan PUMP.
"Kami serahkan
penyalurannya kepada
ahlinya, yakni BPD," kata
Hotbonar.
Sebelumnya, BUMN itu sudah
menandatangani kerja sama
atau MoU dengan BPD Sumut,
BPD Jateng, BPD Bali, Syariah
Mandiri dan bank papan atas
milik pemerintah.
"Tujuannya untuk
meningkatkan kepesertaan.
Kami ingin semakin banyak
pekerja yang memiliki rumah.
Untuk itu kami membantunya
dengan PUMP," kata Hotbonar.
| Tweet |


0 comments:
Posting Komentar