Demonstran Di Yunani
VIVAnews - Pemerintah Yunani
secara resmi mengesahkan tahap
akhir langkah penghematan
yang diperlukan negara ini untuk
lolos dari krisis. Penghematan ini
juga merupakan salah satu
syarat dari Uni Eropa untuk dana
talangan baru sebesar 130 miliar
euro.
Seperti diberitakan Reuters,
pengesahan ini dilakukan
kabinet pemerintahan Perdana
Menteri Lucas Papademos pada
Sabtu, 18 Februari 2012.
Pengesahan dilakukan setelah
langkah penghematan disetujui
parlemen pada minggu lalu.
Dengan disahkannya langkah ini,
pemerintah Yunani akan
memecat 15.000 pegawai negeri
dan memotong upah minimun
hingga 20 persen, dari 751 euro
menjadi 600 euro.
Pemecatan
akan memperburuk tingkat
pengangguran di Yunani yang
telah mencapai 21 persen.
Diharapkan, langkah ini akan
dapat menghemat anggaran
negara hingga 325 juta euro.
Selain itu, kabinet juga telah
menyetujui langkah konversi
utang untuk kreditor swasta
pada 8 Maret mendatang.
Dengan konversi utang ini,
pemerintah akan memotong 70
persen dari nilai sebenarnya dari
induk perusahaan para kreditor.
Langkah ini dilakukan Yunani
semata-mata untuk meyakinkan
Eropa bahwa mereka dapat
menurunkan tingkat utang
hingga ke tahap yang bisa
dikendalikan. Bailout akan
diputuskan pada sidang Uni
Eropa Senin besok.
Salah satu
menteri keuangan Uni Eropa
yang tidak ingin disebutkan
namanya mengatakan, peluang
Yunani masih ada, walaupun
sangat kecil.
Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa,
dan Dana Moneter Internasional,
sepakat mengatakan langkah
penghematan ini hanya akan
membuat utang Yunani menurun
hingga 129 persen dari nilai
produk domestik brutonya di
tahun 2020.
| Tweet |


0 comments:
Posting Komentar